SJW Adalah Judulnya

SJW adalah singkatan dari  Sosial Justice W̶a̶n̶d̶i̶ Warrior. Singkatnya, SJW merupakan sebuah profesi yang sangat membanggakan bagi kaum yang mengklaim dirinya sebagai open-minded, sebuah pencapaian tingkat paling tinggi pada kasta manusia paling cerdas di dunia. Ya, mungkin 11-12 dengan Google untuk masalah tingkat kecerdasan. Google pas lagi offline hehe.

SJW merupakan sesosok mahluk yang teratur, mengapa demikian? Ya bagaimana tidak? Ia mengharuskan orang lain untuk mengikuti pemikirannya yang begitu njelimet dari tenggara hingga ke barat daya. Maaf maksudnya egois, bukan teratur.

Kalau dari jenisnya sendiri, tentu SJW memiliki berbagai macam jenis. Mungkin variasi dari para SJW ini lebih banyak dari pasir yang ada di pantai. Mulai dari SJW yang berkecimpung di dunia pergizian, SJW yang suka melarang orang lain untuk memiliki anak, SJW basa enggres — hingga, SJW yang sakit hati ketika melihat seorang istri yang sedang menyiapkan bekal makanan untuk suaminya.

Saking pintarnya SJW, mereka sering lupa kalau mereka ini juga pernah goblok. Meski pun sekarang juga masih, hehe. Mereka lupa bahwa manusia akan berkembang — dan dengan bangganya, mereka menganggap orang lain yang enggak punya pemikiran yang sama akan dianggap sebagai manusia goblok dan gak berbudaya. "EdUcATe YoUrSelF PLeAsE". Siap, Jimmy Neutron!

Oiya, bagi kamu yang belum pernah menemui sosok mahluk super pintar seperti yang barusan saya ceritakan. Mohon maaf kalau kamu merasa enggak terhubung dengan hal itu. Justru itu lebih baik sih, kamu gak perlu emosi setiap kali melihat mereka beropini. Tapi kalau kamu memang penasaran dengan sosok tersebut, coba daftar ke platform ini. Dijamin cepat atau lambat kamu akan segera berjumpa dengan sosok agung kaum open-minded ini.

Saya sendiri pun juga kaget ketika baru benar-benar aktif menggunakan Twitter, kok bisa? Ya orang saya dulunya aktif sebagai pengguna Facebook. Sebuah platform sosial media yang sering dianggap sebagai platform "bodoh" dari pengguna SJW platform burung biru. Alasannya ya sudah pasti, mereka merasa dirinya terlalu pintar dan tidak perlu menggunakannya lagi. Mereka merasa sudah memasuki nirwana baru yang lebih tinggi ketika beropini wasweswos ndakik-ndakik dengkulmu kobong.

Aneh, tapi ya begitulah memang. Tapi jangan salah, banyak juga kok SJW yang bener, bener-bener ngeselin maksudnya, hehe. SJW yang beneran niat hanyalah oknum, sisanya merupakan SJW yang begitu pintar, cerdas cermat tingkat galaksi.

Yauda gitu dulu aja kali ya, saya mau lanjut streaming Red Velvet. Selamat malam.

Subscribe to Ayo — a story that inconsistent

Don’t miss out on the latest issues. Sign up now to get access to the library of members-only issues.
uy@example.com
Subscribe